Susah berkeringat bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami kesulitan dalam menjalankan salah satu mekanisme pentingnya, yaitu mengatur suhu tubuh & membuang racun. Proses berkeringat umumnya terjadi secara alami saat kita beraktivitas fisik atau dalam kondisi panas.

Memang keringat berlebih bisa menimbulkan masalah bau badan, namun ternyata ketika tubuh kesulitan untuk berkeringat hal itu juga bisa menjadi pertanda kemungkinan adanya masalah kesehatan termasuk adanya risiko bau badan yang tidak sedap.
Mengapa Susah Berkeringat Menyebabkan Bau ?
Susah berkeringat bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kebiasaan buruk yang menghambat proses pengeluaran keringat. Ketika tubuh tidak dapat berkeringat dengan lancar, berbagai zat yang seharusnya dikeluarkan melalui keringat akan tetap tertahan dalam tubuh termasuk dapat mengendap pada lapisan kulit. Penumpukan berbagaiu zat tersebut tentu akan membuat aroma tubuh menjadi lebih menyengat.
Selain itu, keringat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan bakteri pada kulit. Jika proses berkeringat terganggu, maka pertumbuhan bakteri tertentu penyebab bau badan menjadi lebih intens. Dengan meningkatnya jumlah bakteri tertentu & berkurangnya kemampuan tubuh untuk berkeringat maka hal itu bisa meningkatkan kemungkinan bau badan tidak sedap.
Kebiasaan Buruk Membuat Tubuh Sulit Berkeringat
Sebenarnya, ada berbagai penyebab tubuh kesulitan berkeringat, seperti gangguan kesehatan tertentu. Namun selain itu, beberapa kebiasaan buruk yang masih sering dilakukan juga bisa menjadi penyebab tubuh sulit untuk berkeringat. Kebiasaan-kebiasaan ini dapat mengganggu proses alami pengeluaran keringat, yang pada gilirannya berisiko menyebabkan masalah kesehatan, termasuk bau badan yang tidak sedap. Beberapa diantaranya adalah :
-
Malas Olahraga atau Aktivitas Fisik

Salah satu kebiasaan buruk yang paling umum adalah malas berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Olahraga tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan jantung, tetapi juga mendorong tubuh untuk mengeluarkan keringat.
Ketika kita berolahraga, kelenjar keringat bekerja lebih aktif, yang membantu dalam mendinginkan suhu tubuh dan mengeluarkan racun.Tanpa olahraga yang cukup, kelenjar keringat bisa menjadi kurang responsif & tubuh kesulitan untuk memproduksi keringat saat dibutuhkan.
-
Menggunakan Pakaian yang Tidak Tepat

Pakaian yang terbuat dari bahan sintetis, seperti poliester, cenderung menghambat pernapasan kulit dan menyerap keringat dengan buruk. Bahan ini memerangkap keringat di kulit, menyebabkan bakteri berkembang biak dengan cepat dan meningkatkan bau badan. Sebaliknya, pakaian dari bahan alami seperti katun bisa menyerap keringat lebih baik dan memungkinkan kulit bernapas, sehingga proses pengeluaran keringat lebih optimal.
-
Mengabaikan Kebersihan Diri
Kebersihan diri yang buruk juga bisa berkontribusi pada masalah sulit berkeringat. Jika tubuh jarang dibersihkan atau mandi, keringat yang terperangkap di kulit bisa menyebabkan penumpukan sel kulit mati dan kotoran yang akhirnya menyumbat pori-pori.
Pori-pori yang tersumbat ini bisa mengganggu proses keluarnya keringat & menyebabkan bau badan yang tidak sedap. Kurangnya perawatan kebersihan kulit, mengakibatkan bakteri berkembang dengan cepat sehingga memperburuk bau badan.
-
Kurang Asupan Elektrolit

Ketidakseimbangan asupan makanan karena jarang mengkonsumsi buah & sayur tertentu bisa mengakibatkan kekurangan elektrolit, seperti sodium, kalium & magnesium. Akibatnya dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk berkeringat dengan baik. Elektrolit bisa didapatkan dari pisang, delima dan lain sebagainya berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan & fungsi kelenjar keringat.
Ketika tubuh kekurangan elektrolit, proses pengeluaran keringat menjadi tidak optimal. Selain itu, kurangnya elektrolit juga dapat mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh, membuat kita lebih mudah dehidrasi & memperburuk bau badan.
-
Stres & Kecemasan

Kondisi stres kronis dapat membuat kelenjar keringat menjadi tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, keringat yang yang dikeluarkan cenderung mengandung lebih banyak zat sisa berbau lebih menyengat yang kemudian difermentasi oleh bakteri.
-
Mengabaikan Asupan Air

Kekurangan cairan dalam tubuh dapat mempengaruhi produksi keringat. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan menghasilkan keringat yang mudah keluar membuang racun secara efektif. Sedangkan tubuh yang kekurangan air akan kesulitan untuk mengeluarkan keringat dan berbagai zat bau. Mengonsumsi air yang cukup artinya membantu tubuh dalam proses detoksifikasi sehingga bisa mengurangi risiko bau badan.
Mengatasi Susah Berkeringat & Bau Badan
Untuk mengatasi masalah kesulitan berkeringat tentu dengan menghindari berbagai kebiasaan buruk, dan mulai rutin melakukan kebiasaan baik seperti :
- Rajin berolahraga untuk merangsang kelenjar keringat & membantu tubuh mengeluarkan racun.
- Pilih pakaian nyaman yang terbuat dari bahan alami seperti katun atau linen untuk memungkinkan kulit bernapas.
- Perbaiki kebersihan diri, pastikan mandi secara teratur agar pori-pori tidak tersumbat.
- Makan makanan sehat & mengurangi konsumsi makanan yang mempengaruhi bau tubuh, seperti makanan pedas & berlemak.
- Jangan malas minum air putih, karena mengonsumsi air yang cukup dapat membantu tubuh dalam proses detoksifikasi & menjaga produksi keringat tetap lancar.
- Cobalah teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga, untuk mengurangi stres & kecemasan yang bisa mempengaruhi keringat.
Kesimpulan
Keringat berlebih memang bisa meningkatkan risiko bau badan tidak sedap, namun jika tubuh kesulitan mengeluarkan keringat juga bisa menimbulkan masalah yang sama. Oleh sebab itu perhatikan keseimbangan diantara keduanya.
Memperbaiki kebiasaan-kebiasaan buruk penyebab bau badan akan membuat tubuh lebih mudah dalam mengatur proses berkeringat & mengurangi risiko bau badan yang tidak sedap. Keringat yang dikeluarkan dengan baik & seimbang ternyata dapat membantu tubuh kita tetap sehat, bersih & bebas dari berbagai zat bau yang mengganggu sehingga mood akan selalu riang gembira.
Ttd
Pedjoeang Wangie


