Jejak aromatik rempah terbentang panjang, menelusuri sejarah umat manusia, melintasi benua, budaya & zaman namun pesona keharumannya tetap memukau. Lebih dari sekadar penyedap masakan, rempah-rempah sejak ribuan tahun lalu telah menjadi inti dari tradisi wewangian.
Sebelum aroma bunga mendominasi dunia parfum modern, rempah telah lebih dulu mengharumkan tubuh para bangsawan, membalut ruang ibadah dengan nuansa sakral & menjadi incaran dalam jalur perdagangan global.
Awal Mula : Rempah & Ritual di Dunia Kuno
Sejak lebih dari 4.000 tahun lalu, rempah-rempah telah digunakan dalam praktik keagamaan & spiritual berbagai peradaban kuno. Orang mesir kuno dikenal sering membakar wewangian rempah seperti mur, kemenyan & kayu manis. Selain dibakar secara langsung, rempah umumnya juga digiling dan dijadikan dupa untuk menghasilkan aroma yang lebih kaya.
Selain untuk wewangian, rempah juga dipakai dalam pembalseman & ritual pemakaman karena dipercaya menjaga jiwa di alam baka. Pada masa itu rempah dipersembahkan juga di altar kuil sebagai “makanan khusus para dewa”. Bahkan beberapa racikan rempah dianggap suci & hanya boleh digunakan oleh pendeta tinggi.
Perdagangan Rempah
Jejak aromatik rempah tak hanya bisa ditemukan dalam dunia kuno namun terus berkembang & bahkan mencapai puncaknya dalam perdagangan global pada abad pertengahan. Di Eropa, rempah-rempah dianggap barang mewah yang sangat berharga. Selain digunakan sebagai penyedap rasa, rempah juga dipakai sebagai obat, pengawet makanan & penanda status sosial kalangan bangsawan.
Pala, cengkeh & kapulaga dari kepulauan Nusantara dibawa oleh pedagang Arab ke pasar-pasar di Timur Tengah, lalu diteruskan ke Eropa melalui jalur dagang bangsa Venesia. Saat itu, harga rempah sangat tinggi. Satu kilogram pala di Eropa bahkan bisa ditukar dengan tujuh ekor sapi.
Tingginya permintaan rempah akhirnya mendorong bangsa Portugis & Spanyol mengirim ekspedisi besar untuk mencari sumber rempah langsung ke negeri timur termasuk ke Nusantara.
Rempah Dalam Parfum
Pada zaman kuno, pemakaian wewangian rempah umumnya dengan cara dibakar. Sedangkan saat ini rempah diolah dalam bentuk esens, baru kemudian dipadukan dengan berbagai bahan parfum lainnya. Dengan kecanggihan teknologi yang ada sekarang, aroma rempah bahkan dapat dikreasikan di laboratorium.
Rempah memberikan karakter hangat, eksotis & sensual pada wewangian. Parfum oriental sering memadukan rempah dengan aroma resin, vanila, kayu & bunga untuk menciptakan kesan eksotis.
Ingin mencoba parfum aroma rempah ? Kami sarankan untuk memilih variant berikut :
1. Mulegh Aromatic Code XBOY : Aroma rempah yang kaya, berpadu dengan cacao & aroma kayu.
2. Mulegh Aromatic Code TOB : Wangi rempah modern dengan kombinasi tembakau & vanilla.
3. Mulegh Aromatic Code BOM : Rempah vanilla & kopi dengan racikan feminin yang glamour.
Kesimpulan
Dari bumbu masak di dapur, dupa di altar kuil hingga pengharum badan yang istimewa, rempah-rempah terus memainkan peran penting mengiringi kehidupan manusia. Warisan aromatik ini menjadi penghubung antara masa lalu & masa kini dengan menyebarkan aromanya yang begitu mempesona.
Ttd
Pedjoeang Wangie


