Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan. Paparan asap secara terus-menerus dapat mengiritasi hidung sehingga kemampuan mengenali aroma ikut terganggu.
Lantas, apa saja dampak kabut asap dan bagaimana cara mengatasinya?
Dampak Kabut Asap
Kabut asap dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi saluran pernapasan, gangguan penglihatan dan lain sebagainya. Dampak lebih lanjut akibat iritasi saluran pernapasan, bia saja mempengaruhi kemampuan dan kenyamanan mengenali berbagai aroma. Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan.
1. Kemampuan Mencium Aroma Menurun
Paparan kabut asap dapat menyebabkan iritasi dan pembengkakan pada jaringan hidung. Akibatnya, aroma yang biasanya mudah dikenali bisa terasa samar. Dampaknya memang tidak bisa disamaratakan karena tiap orang memiliki ketahanan dan kemampuan mengenali aroma yang berbeda.
2. Hidung Kering dan Teriritasi
Asap yang terhirup dapat membuat hidung terasa perih, gatal, kering, atau berair teru menerus. Jika keluhan terus berlanjut, kurangi paparan asap dan segera periksakan diri ke dokter apabila kondisi tidak membaik.
3. Persepsi Aroma Berubah
Ketika hidung terganggu, aroma makanan, lingkungan, hingga parfum mungkin terasa berbeda dari biasanya. Bau asap yang menyengat juga dapat bercampur dengan aroma di sekitar, termasuk bau yang menempel pada pakaian dan rambut, sehingga bau badan bisa menjadi lebih menyengat.
4. Gangguan Pernapasan Memburuk
Bagi orang yang sudah memiliki gangguan pernapasan seperti asma, kabut asap dapat memperburuk gejala yang dialami.
Meminimalisir Dampak Kabut Asap
Untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari membatasi paparan asap hingga menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, berikut beberapa cara yang dapat diterapkan.
1. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Batasi kegiatan di luar rumah ketika kabut asap dalam kondisi pekat. Jika terpaksa keluar, gunakan masker yang sesuai untuk membantu mengurangi partikel asap yang terhirup.
2. Jaga Kebersihan Udara dan Hidung
Tutup pintu dan jendela ketika udara di luar sedang berasap. Jika memungkinkan, gunakan alat pembersih udara. Semprotan air garam khusus hidung juga dapat membantu menjaga kelembapan hidung.
3. Bersihkan Tubuh dan Pakaian
Setelah beraktivitas di luar, ganti pakaian dan bersihkan tubuh agar sisa asap yang menempel tidak terbawa ke dalam rumah. Saat bepergian, pakaian tertutup atau jaket dapat membantu mengurangi paparan langsung pada kulit dan pakaian, meskipun tidak sepenuhnya melindungi dari asap.
Tips Menggunakan Parfum saat Kabut Asap
Ketika penciuman terasa kurang sensitif, hindari menyemprotkan parfum secara berlebihan. Kondisi hidung dan lingkungan yang terdampak asap dapat memengaruhi cara kita mengenali aroma. Jadi, parfum yang terasa berbeda belum tentu mengalami perubahan kualitas.
Pilih aroma yang nyaman dan gunakan secukupnya. Hindari wewangian yang terlalu menyengat, terutama jika memicu sakit kepala.
Kesimpulan
Menjaga kesehatan hidung saat kabut asap terjadi membantu kita menikmati aroma dengan lebih nyaman. Ssambil menunggu kondisi udara membaik, lakukan beberapa tindakan untuk menjaga kesehatan, utamakan perlindungan diri dan gunakan parfum secara bijak agar tetap mendapatkan mood yang riang gembira.
Ttd,
Pedjoeang Wangie


