Bukan perfumer, bukan pula ahli kimia parfum, namun Salvador Dali berhasil melakukan sesuatu yang tidak banyak dilakukan seniman lain.
Bagi sebagian pencinta parfum, nama Dalí mungkin terdengar familiar. Namun ternyata, dia tidak meracik aroma, tidak menciptakan formula parfum, dan tidak menghabiskan waktunya di laboratorium. Lalu, bagaimana seorang pelukis asal Spanyol bisa meninggalkan jejak yang begitu kuat dalam sejarah parfum ?
Seniman yang Sulit Ditebak
Salvador Dalí dikenal bukan hanya karena karya-karyanya, tetapi juga karena kepribadiannya yang eksentrik. Salah satu kisah yang paling terkenal adalah kebiasaannya membayar tagihan restoran menggunakan cek yang telah digambarinya.
Konon, setelah menuliskan nominal pembayaran, Dali akan membuat sketsa kecil lengkap dengan tanda tangannya. Pemilik restoran akhirnya enggan mencairkan cek tersebut karena percaya nilainya sebagai karya seni jauh lebih tinggi dibandingkan harga makanan yang harus dibayar.
Memasuki Dunia Parfum
Kecintaan Dalí terhadap estetika ternyata tidak berhenti pada kanvas. Pada tahun 1983, lahirlah rumah parfum yang membawa namanya.
Meski demikian, Dalí bukanlah sosok yang meracik bahan-bahan aroma atau menyusun formula parfum. Tugas tersebut tetap dilakukan oleh para perfumer profesional. Perannya terletak pada visi artistik yang diwujudkan melalui desain botol parfum.
Botol parfum pertamanya terinspirasi dari karya seni Dali sendiri, dengan bentuk bibir sensual dan lekuk wajah yang ikonik. Bagi banyak kolektor, botol bukan sekadar wadah, melainkan karya seni yang layak dipajang bahkan setelah isi parfumnya habis.
Aroma dan Keabadian

Hubungan Salvador Dalí dengan dunia parfum ternyata tidak hanya sebatas seni visual pada botol. Ia juga memiliki ketertarikan yang mendalam terhadap aroma.
Hal itu tercermin dari salah satu kutipannya yang masih dikenang hingga :
“Dari kelima indera, penciuman tanpa diragukan lagi adalah yang paling mampu menghadirkan perasaan akan keabadian.”
— Salvador Dalí
Kutipan tersebut menggambarkan betapa kuatnya aroma dalam kehidupan manusia. Kita mungkin lupa wajah seseorang, tetapi aroma tertentu mampu membawa kembali kenangan yang telah lama tersimpan. Meski bukan perfumer, Salvador Dali mengerti dengan baik seni dibalik aroma.
Kreasi Mulegh Aromatic yang terinspirasi dari Salvador Dali bisa kamu coba dalam parfum kode BIC. Kreasi aroma yang menghadirkan kesegaran modern dan mudah disukai.
Perpaduan aroma citrus yang cerah dengan sentuhan aquatic yang bersih, menciptakan kesan dingin layaknya hembusan angin laut di pagi hari. Karakter akhirnya yang lembut dengan nuansa kayu dan musk membuat parfum ini maskulin tanpa berlebihan. Cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari, terutama saat cuaca panas.
Kesimpulan
Salvador Dalí memang bukan seorang perfumer, namun dia mengingatkan kita bahwa parfum bukan sekadar cairan beraroma di dalam botol, melainkan perpaduan antara seni, emosi, dan kenangan.
Mungkin itulah sebabnya aroma terasa begitu istimewa. Bukan sekadar wangi yang menguap dari kulit, melainkan seni yang hidup dalam ingatan dan membawa mood riang gembira.
Ttd
Pedjoeang Wangie


