Cover artikel powdery tidak selalu kuno

Powdery Tidak Selalu Kuno : Perubahan Modern dari Aroma Bedak

Powdery tidak selalu kuno atau terbatas sebagai aroma yang datang dari masa lalu yang menyerupai wangi bedak tabur atau parfum kasik yang banyak dipakai para orang tua.

Memang aroma bedak bisa memberi kesan anggun dan rapi, tetapi bagi sebagian orang mungkin akan terasa sedikit nostalgia.

Mengapa identik dengan parfum klasik?

Kesan klasik aroma powdery tidak muncul tanpa alasan. Penyebabnya bermula pada sekitar abad ke-20. Waktu itu efek powdery dibangun dari bahan-bahan beraroma bedak yang kuat.

Contohnya seperti iris, violet, heliotrope, aldehida, mimosa, hingga musk generasi lama. Produknya tersebar dalam berbagai produk seperti bedak tabur, kosmetik, lipstik vintage, sabun batangan tradisional dan lain sebagainya.

Banyak orang tumbuh dengan mencium aroma-aroma semacam itu, kemudian membentuk asosiasi kuat pada aroma powdery yang kemudian diartikan klasik.

Lahirnya powdery modernmodern musk, Aroma powdery tidak selalu kuno,

Seiring berubahnya selera kebanyakan orang, cara menikmati parfum juga ikut berubah.

Dahulu parfum dituntut untuk memiliki aroma kuat agar mudah dikenali dan menutupi bau. Kini banyak orang justru menginginkan aroma yang lebih lembut agar tetap nyaman dipakai sehari-hari. Aroma yang tidak terlalu menyengat, namun bisa meninggalkan kesan bersih terawat.

Dari kebutuhan seperti itu kemudian muncul apa yang sering disebut sebagai powdery modern.

Tak lagi menyerupai bedak tabur yang pekat, powdery modern lebih dekat dengan aroma kulit bersih setelah mandi atau wangi pelembap kulit berkualitas.

Perbedaan powdery klasik dan modern

Perbedaannya powdery klasik dan modern sebenarnya terletak pada cara memilih komposisi.

Powdery klasik cenderung menggunakan bahan beraroma powdery yang kuat dan kaya. Iris yang pekat, aldehida yang berkilau, bunga-bunga bergaya vintage atau musk yang lebih berat untuk menciptakan aura yang menonjol.

Sementara, powdery modern dibuat lebih ringan. White musk yang bersih, iris yang lebih ringan, ambrette, sentuhan kayu lembut, vanila yang halus, hingga aksen buah. Komposisi seperti itu digunakan untuk menciptakan kesan powdery yang lebih segar dan kekinian.

Kesimpulan

Sebenarnya parfum aroma powdery tidak selalu kuno. Yang sering dianggap ketinggalan jaman bukanlah karakter powdery itu sendiri, melainkan cara penyajiannya aromanya.

Di tangan para perfumer modern, berubah menjadi aroma kulit yang bersih, lembut, dan intim. Efeknya adalah aroma menenangkan, seolah seseorang memang terlahir dengan aroma tubuh alami.

Ada kalanya kita tidak membutuhkan parfum yang paling kuat untuk meninggalkan kesan. Terkadang, aroma lembut justru dapat membuat seseorang menjadi lebih riang gembira.

Ttd
Pedjoeang Wangie

Artikel lain