langit mendung, sampul cara agar tetap sehat

Langit Mendung tapi Udara Terasa Gerah ? Ini Penyebabnya

Langit mendung tetapi udara terasa gerah merupakan fenomena cuaca yang cukup sering terjadi di Indonesia, terutama pada masa pancaroba. Orang bertanya-tanya mengapa cuaca terasa lebih panas padahal sinar matahari tertutup awan.

Kondisi seperti itu tentu membuat aktivitas menjadi tidak nyaman. Fenomena mendung tanpa hujan bukan sekadar perasaan karena memang ada beberapa proses pada atmosfer yang membuat cuaca mendung dapat terasa lebih gerah dibandingkan hari yang cerah.

Mendung Tidak Selalu Berarti Dingin

Banyak orang mengaitkan panas hanya dengan sinar matahari langsung. Padahal suhu yang dirasakan tubuh tak hanya dipengaruhi cahaya matahari.

Ketika langit tertutup awan, sebagian panas matahari memang terhalang. Namun pada saat yang sama, awan seperti selimut raksasa yang menahan panas di lapisan bawah atmosfer.

Akibatnya, panas yang sudah tersimpan di permukaan tanah, jalan raya dan bangunan tidak mudah lepas kembali ke udara yang lebih tinggi. Panas tersebut tetap berada di lingkungan tempat kita beraktivitas.

Peran Kelembapan Udara

Faktor terbesar yang membuat gerah saat mendung tanpa hujan adalah kelembapan.

Tubuh manusia memiliki sistem pendingin alami berupa keringat. Saat keringat menguap dari permukaan kulit, panas tubuh ikut terbawa sehingga tubuh terasa lebih sejuk.

Namun ketika kelembapan udara tinggi, proses penguapan menjadi lebih lambat. Keringat di kulit menjadi tinggal lebih lama dan tubuh kesulitan membuang panas.

Itulah sebabnya suhu 30°C dengan kelembapan tinggi sering terasa lebih tidak nyaman dibandingkan suhu yang sama pada udara yang lebih kering.

Ketika Hujan Tak Kunjung Turun

Sering kali awan hujan sudah terbentuk tetapi tidak menghasilkan hujan. Kondisi itu dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti:

  • Pertumbuhan awan yang tidak cukup kuat.
  • Perubahan arah angin di lapisan atmosfer.
  • Udara bawah yang masih relatif kering, dan
  • Ketidakstabilan atmosfer yang belum cukup untuk memicu hujan.

Akibatnya, awan terus menggantung di langit sementara kelembapan tetap tinggi. Udara terasa panas menunggu hujan yang tidak pernah datang.

Mengapa Malam Tetap Gerah ?

Pada kondisi normal, malam hari adalah kesempatan bagi permukaan bumi untuk melepaskan panas yang terkumpul sepanjang siang. Namun ketika awan masih menutupi langit, sebagian panas dipantulkan kembali ke bawah. Efek panas ini mirip dengan selimut yang menahan panas tubuh saat tidur.

Karena itu, malam yang mendung sering terasa lebih gerah dibandingkan malam yang cerah. Selain itu, kelembapan yang masih tinggi ikut membuat tubuh sulit mendinginkan diri melalui penguapan keringat.

Dampaknya terhadap Kenyamanan 

Cuaca mendung tapi gerah sering menimbulkan beberapa kondisi yang kurang ideal seperti:

  • Tubuh jadi cepat berkeringat.
  • Pakaian terasa lengket dan gatal.
  • Ruangan bertambah pengap karena matahari tidak terlihat.
  • Menjemur baju jadi lebih lama kering.
  • Tidur malam terasa kurang nyaman.
  • Kipas angin hanya memindahkan udara hangat tak mendinginkan.

Memilih Parfum yang Cocok 

Selain memengaruhi kenyamanan tubuh, kelembapan tinggi juga memengaruhi cara parfum berkembang di kulit.

Pada kondisi langit mendung yang gerah dan lembap, aroma parfum cenderung terasa lebih tebal dan menyebar lebih kuat. Karena itu, parfum yang terlalu manis atau terlalu berat sering terasa berlebihan. Aroma yang bisa menjadi lebih nyaman digunakan antara lain:

Citrus

Aroma lemon, bergamot, grapefruit dan jeruk mandarin memberikan kesan segar yang membantu mengimbangi udara pengap.

Green Notes

Nuansa daun hijau, rumput segar dan tanaman aromatik dapat menciptakan kesan alami dan ringan.

Tea Notes

Aroma teh hijau atau teh putih sering menjadi pilihan ideal pada suasana gerahkarena menghadirkan kesegaran yang lembut tanpa terasa tajam.

Aquatic dan Marine

Karakter yang mengingatkan pada air, laut dan angin pantai mampu menciptakan sensasi kesegaran yang cocok untuk kondisi gerah.

Kesimpulan

Langit mendung tidak selalu berarti udara akan terasa sejuk. Dalam banyak kondisi, kombinasi awan tebal, kelembapan tinggi dan panas yang terperangkap di lingkungan kiat justru menciptakan kondisi lebih gerah.

Tubuh menjadi sulit membuang panas, keringat lambat menguap dan malam hari pun terasa kurang nyaman. Dalam situasi seperti itu, pilihan parfum dengan karakter ringan dapat memberi aroma segar yang bisa membangkitkan mood riang gembira.

Ttd
Pedjoeang Wangie

Artikel lain